Waw ! Inilah desa khusus tanpa anak-anak

Sebuah desa di kawasan Highlands, Skotlandia, yang dibangun tahun 2000-an tidak mengijinkan anak-anak tinggal di sana. Larangan tinggal anak-anak hanyalah satu dari sejumlah peraturan desa.Pada akte rumah mereka, misalnya, tercantum larangan memelihara itik, kelinci, burung merpati, dan lebah. Namun, warga diijinkan memelihara seekor anjing.Berdasarkan peraturan desa, seseorang yang berusia di bawah 45 tahun, tidak diperkenankan membeli rumah di Firhall.Bagaimanapun jika warga desa punya teman yang memiliki cucu dan anak-anak, maka mereka diperbolehkan berkunjung bersama anak-anak itu ke Firhall dengan frekuensi kunjungan dibatasi.

Desa Firhall terletak tak jauh dari Nairn, salah satu tujuan wisatawan Inggris di Skotlandia.Kati Whitaker, presenter program Far From the Madding Child yang disiarkan oleh Radio BBC 4, mempertanyakan peraturan yang diberlakukan di Firhall sejak desa itu dibuka untuk para penduduk tahun 2003 silam.Kati meragukan bahwa ketiadaan anak-anak serta pemisahan para lansia dari masyarakat luar merupakan keadaan yang memang didambakan orang.Namun, para penduduk desa mengatakan, Firhall menawarkan suasana yang tenteram dan damai.

Warga Firhall mengatakan anak-anak yang ingin mengunjungi keluarga di Firhall selalu diterima dengan baik.Lesley-Ann Fraser dari sebuah perusahaan properti mengemukakan tanggapan awal media terhadap pembangunan perumahan tersebut bernada negatif. “Liputan-liputan media sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan bahwa siapa saja yang ingin tinggal di sebuah desa seperti desa Firhall akan bertemu dengan raksasa pemakan orang yang membenci anak-anak,” ujarnya.
David Eccles, ketua Yayasan Firhall, mengatakan, penduduk desa Firhall tidak membenci anak-anak. Banyak orang yang memilih tinggal di perumahan itu punya cucu dan anak-anak remaja, tetapi kunjungan mereka selalu diterima dengan baik.
“Dengan tinggal di perumahan ini orang bisa memperoleh ketenangan dan ketenteraman yang didambakan oleh banyak orang saat usia mereka kian lanjut,” tambahnya.
Tetapi ada juga penduduk Firhall yang kemudian menjual rumah dan meninggalkan perumahan tersebut setelah punya cucu dan lebih suka tinggal di tempat-tempat yang tidak ada larangan-larangan seperti di Firhall.
Seorang warga desa, Edwina Ellis, mengatakan keindahan dan suasana Firhall yang menyebabkan dia dan suaminya pindah ke sana.
“Di sana sering terdengar kicauan burung. Di sana orang bisa melihat tupai setiap hari. Desa itu benar-benar sebuah kawasan hunian yang indah.”

gila ” bener

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: