Walah,Pejabat Sibuk Buka Situs Porno

Para anggota staf senior Badan Pengawas Pasar Modal Amerika Serikat malah sibuk membuka situs-situs porno, padahal, di sisi lain, tugas utama mereka adalah memantau sistem keuangan. Demikian tuduhan dari kubu Partai Republik kepada Securities and Exchange Commission atau SEC.
Tuduhan ini muncul sebagai balasan atas tindakan SEC yang menuduh bank investasi Goldman Sachs telah mengelabui investor pembeli surat berharga yang ditangani Goldman Sachs. Perusahaan ini dikenal sangat dekat dengan kubu Republik.

Dalam perkembangan terbaru, pemegang saham Goldman Sachs dan pejabat Goldman lainnya telah didugat para pemegang saham di pengadilan terkait praktik penipuan yang dituduhkan SEC.

Kubu Demokrat, partai Presiden AS Barack Obama, telah memaksa kubu Republik mendukung reformasi peraturan sektor keuangan agar krisis ekonomi tidak terulang lagi. Republik dikenal gencar menentang reformasi sektor keuangan.

Isu Goldman Sachs dicuatkan oleh kubu Demokrat untuk menunjukkan betapa korporasi keuangan raksasa AS telah berperan besar menyebabkan munculnya krisis keuangan, yang kemudian berkembang menjadi krisis ekonomi global pada tahun 2008.

”Hal memalukan bahwa pejabat tinggi SEC lebih banyak menghabiskan waktu membuka situs-situs porno ketimbang bertindak memantau sistem keuangan yang sedang di ambang kebangkrutan. Perhatian para pejabat SEC lebih tertuju kepada hal lain saat mereka seharusnya memantau lebih ketat masalah sektor keuangan yang semakin buruk,” kata Darrell Issa (Republikan, California) di Washington. Ia adalah anggota Komite Pemantau dan Reformasi Pemerintahan DPR-AS (House Oversight and Government Reform Committee).

Inspektorat Jenderal SEC menyelidiki 33 kasus soal karyawan yang sibuk membuka situs itu dalam lima tahun terakhir. Demikian isi sebuah memo yang diperoleh kantor berita The Associated Press. Dalam memo tersebut disebutkan, sebanyak 31 kasus terjadi dalam dua setengah tahun terakhir setelah krisis ekonomi meledak di AS pada September 2008. Ditambahkan, perilaku pejabat SEC itu telah melanggar kode etik pemerintahan.

Telah ditindak

Juru bicara SEC, John Nester, mengatakan, anggota staf SEC yang melakukan pelanggaran tersebut telah dikenai tindakan disiplin. Bahkan, beberapa di antara mereka sudah dipecat atau diberhentikan sementara.

”Kami tidak menoleransi perbuatan buruk segelintir orang, yang bisa mencemarkan reputasi kolega secara keseluruhan,” ujarnya.

Memo tersebut ditulis oleh Irjen SEC David Kotz. Ini merupakan respons atas permintaan Senator Charles Grassley (Republikan, Iowa) agar perangai buruk SEC diselidiki.

Memo itu menyarikan sejumlah pelanggaran etika. Sebagai contoh, seorang pengawas senior SEC yang bermarkas di biro Washington menghabiskan waktu delapan jam setiap hari hanya untuk mengunduh bahan-bahan pornografi. Unduhan itu bahkan sampai membuat kapasitas komputer kantor kepenuhan sehingga kemudian dipindahkan ke compact disc (CD).

Seorang tenaga akuntan SEC yang sudah diblokir agar tidak bisa mengakses situs porno tetap saja bisa mengelabui dan terus menjelajahi situs-situs eksotis.

Ada 17 pejabat senior bergaji hingga Rp 2 miliar per tahun terlibat tindakan seperti itu. Jumlah kasus meningkat dari 2 kasus pada 2007 menjadi 16 kasus pada 2008. Sekitar 16 persen karyawan pria SEC mengakui perbuatan tersebut.

Mantan jubir SEC, Michael Robinson, mengatakan, dia bisa memaklumi kemarahan publik karena karyawan SEC telah menyalahgunakan fasilitas kantor. ”Ini benar-benar memalukan dan harus ditindak,” katanya.
Dia menambahkan, Ketua SEC Mary Schapiro serius melakukan tindakan. Kubu Republikan juga menuduh SEC telah berubah sebagai alat politik Demokrat.

oh..saling serang toh gan…hehehe..indonesia kan g’ kalah..facebook..online2  getoh…:)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: