Kala manusia terancam punah

KETIKA manusia membabi buta mengeksploitasi sumber daya alam tanpa kearifan dan kebajikan, maka tunggulah saatnya bumi angkat bicara. Bencana datang tanpa aba-aba, manusia puan terancam kepunahan. Dapatkan manusia bertahan di tengah bumi yang lagi sekarat?

Inilah benang merah yang diangkat dalam drama miniseri ,The Day of the Triffids, yang akan diputar Sci Fi– saluran televisi yang khusus menyajikan tayangan fiksi ilmiah, horor, fantasi dan supernatural– untuk program terbarunya. The Day of the Triffids akan mulai tayang dalam empat episode, setiap Selasa, mulai 20 April pukul 22.00.

The Day of the Triffids merupakan drama epik futuristis tentang bencana dan teror besar yang mengancam penduduk bumi. Selain menghibur, drama seri ini juga memberikan pesan moral kepada warga dunia untuk turut menjaga kelestarian dan keberlangsungan hidup bumi.

Mini seri yang dibintangi aktor dan aktris kenamaan Dougray Scott (Mission: Impossible II, Hitman, Dr. Jekyll and Mr. Hyde dan Desperate Houswives), Joely Richardson (Nip/Tuck, 101 Dalmatians) dan Jason Priestley (Beverly Hills 90210) ini, diadaptasi dari novel post-apocalyptic (kisah kehidupan pasca-bencana di masa datang) terkenal karya John Wyndham dengan titel sama, yang terbit di tahun 1951.

Mengambil latar di tahun 2011, di mana upaya manusia selama bertahun-tahun terakhir untuk mencari persediaan alternatif bahan bakar akhirnya mencapai titik terang. Sekelompok ilmuwan berhasil menemukan tumbuhan bernama Triffid yang walaupun berbahaya dapat dibudidayakan sebagai substitusi bagi bahan bakar fosil menjadi Triffoil.

Di tahun yang sama, galaksi mengalami fenomena alam yang dinamakan badai matahari, dan ketika umat manusia di seluruh dunia berkumpul untuk menyaksikannya, bermiliaran orang di bumi menjadi buta karena efek sengatan sinar matahari. Mereka yang lolos dan masih mempunyai daya penglihatan kemudian menyaksikan hancurnya peradaban manusia.

Kejadian tersebut juga menimbulkan dampak yang sangat membahayakan, Triffid bermutasi dan tumbuh menjadi makhluk yang mengerikan dan berkembang biak secara cepat serta bebas berkeliaran di planet Bumi dengan sengatannya yang mematikan dan mengincar daging manusia sebagai makanannya.

Ancaman kepunahan manusia, membuat Dr Bill Masen (Dougrey Scott) mencetuskan misi penyelamatan. Bersama orang-orang pemberani, ia melawan teror para Triffid yang berusaha menghancurkan umat manusia.

Scott mengaku tertarik dengan kisah dari novel yang kini dibintanginya di layar kaca. “Sangat menarik sekali suatu kisah bersetting tahun 2011 yang diciptakan di tahun 1951 memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi saat ini. Bagaimana hubungan sebab-akibat dari ketergantungan terhadap energi dan eksploitasi manusia terhadap bumi serta bagaimana manusia bertahan dan membangun kehidupan kembali pascabencana yang hebat walau diterpa ketakutan dan kesepian yang mendalam,” kata aktor papan atas asal Skotlandia, yang dikenal publik sebagai kekasih baru Susan Mayer di Desperate Houswives Musim Ketiga dan tokoh jahat di Mission: Impossible II itu.

Tak kalah menarik dari kisah ini adalah adanya usaha dari penulis untuk tetap menjaga kestabilan alam agar keberadaan manusia di muka bumi tetap terjaga. “Walau merupakan tontonan yang sangat menghibur, ada pesan lingkungan hidup yang sangat kuat. The Day Of The Triffids adalah metafora tentang efek bahayanya eksploitasi Bumi,” katanya.

“Jika kita merusaknya kita harus menanggung konsekuensinya. Kita harus mencoba memperbaiki kerusakan yang telah kita buat dan menghormati harmoni yang ada di planet ini, kalau tidak, konsekuensinya akan sangat mengerikan dan menghancurkan. Saya harap setelah menyaksikannya para penonton juga tergerak untuk lebih mencintai bumi.”

Mini seri yang penuh efek spesial dari komputer grafis ini naskahnya ditulis oleh Patrick Harbison (penulis naskah ER dan Law & Order) dan merupakan adaptasi versi modern dari novel The Day of the Triffids yang disebut sebagai salah satu dari 13 novel horror fiksi ilmiah terbaik.

Sebelumnya, The Day of the Triffids diadaptasi sebagai serial cerita radio di Inggris (1953, 1957 dan 1968) dan Jerman (1971, 1973 dan 1980). Diangkat ke layar lebar untuk pertama kalinya pada tahun 1962. Pada tahun 1975, The Day of the Triffids pernah jadi serial Marvel Comics di majalah Unknown Worlds of Science Fiction.

Cerita originalnya lebih banyak bercerita mengenai runtuhnya peradaban dan kelompok masyarakat seperti apa yang dipandang sebagai pilihan terbaik bagi dunia baru. Versi terbaru produksi 2009 ini lebih seperti film aksi di mana pahlawan melawan para Triffids dan manusia jahat.

ngeri gan.. .:)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: