Rumah Bahasyim Assifie Menyimpan Misteri

SEKITAR 20 tahun lalu, kediaman mantan pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pajak, Bahasyim Assifie di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, sudah berdiri megah. Rumah megah Bahasyim menyimpan kisah yang kini menjadi perbincangan.

Dulu, kisah ini hanya dianggap sebagai perkataan anak-anak yang masih polos, dan belum tentu mengandung kebenaran. Namun, mengingat tudingan terhadap Bahasyim saat ini, cerita tersebut dipercaya benar adanya.

“Dulu, ada tetangga Bahasyim sepantaran dengan salah satu anaknya, bilang kalau mereka menari-nari di atas tumpukan uang di salah satu ruangan di rumah itu,” ungkap Tigor, seorang tetangga Bahasyim di kawasan Kalibata, Senin (12/4).

“Dia juga bilang kalau di rumah itu ada satu kamar yang tidak boleh dimasuki,” lanjutnya.

Beki, seorang tetangga lainnya menyebutkan, awalnya Bahasyim hanya tampak mengendarai sebuah motor Honda Astrea 800. Perlahan, kekayaannya bertambah dan dia bisa memiliki kendaraan roda empat.

“Kalau enggak salah dulu ada jep jangkring dan Toyota Crown. Dulu hartanya cuma segitu saja. Tapi sekarang, seperti yang bisa dilihat, mobilnya banyak. Ada juga motor Harley Davidson,” ujarnya ditemui di pangkalan ojek, tidak jauh dari kediaman Bahasyim, Selasa (13/4).

Senada, diungkap sumber Persda Network yang sempat menjadi ‘sopir’ Bahasyim. Pria parobaya yang sempat bertugas di kesatuan TNI AD itu mengatakan Bahasyim semakin giat bekerja setelah memiliki mobil. Salah satu mobilnya dimanfaatkan saat membangun ulang rumah yang dulunya sederhana.

“Saya tahu persis karena saya diminta untuk mengangkut puluhan pipa paralon besar-besar dengan jep jangkring punya dia,” ujarnya ditemui di kediamannya yang dua rumah dari kediaman Bahasyim.

“Tapi karena dasarnya pelit, mobil kecil begitu dijejelin puluhan pipa paralon. Saya juga dikasih seadanya waktu bantuin bawa paralon dari Pasar Kenari, Jakarta Pusat, ke sini,” tambahnya.

Samin, pemuka agama di kawasan itu punya pengalaman lain berhubungan dengan sifat pelit pegawai Ditjen Pajak yang mengawali karir dengan posisi pegawai honorer itu. Di suatu pagi, Samin terkejut didatangi Bahasyim. Soalnya, selama ini sangat jarang Bahasyim berkunjung ke rumah tetangganya. Bahkan, sekedar menegur tetangga yang berpapasan pun, Bahasyim hampir tidak pernah.

“Dia minta bantuan saya untuk mengusir jin yang sering mengganggu para pekerja yang membangun rumahnya di Bekasi. Katanya, para pekerjanya sering dipindahin sama jin yang ada di sana,” beber Samin.

Dirinya diminta bantuan karena Bahasyim pernah menyaksikan dia mengobati salah seorang warga yang kesurupan. Karena ingin menolong sesama tetangga, Samin pun menyanggupi permintaan Bahasyim.

“Sebelum sampai rumah di Bekasi, saya diajak makan dulu. Setelah itu baru saya kerjain rumah yang katanya dibangun dengan dana Rp 1 miliar itu. Pas udah selesai, saya hanya dikasih uang Rp 75 ribu,” pungkasnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: